Divorce

Pasti udah paham dong dengan judul postingan untuk blog ini. Yup.! Tiba - tiba jam 10 kurang 10 pagi pas aku selesai sarapan pintu rumah ada yang ngetok. Kirain siapa. Ternyata ada surat dan itu dari Pengadilan Agama. Yang ngasih surat buat Papa atas gugatan cerai dari Mama. Mau tau apa rekasiku? Kaget? No. Sedih? No. Shock? Nggak juga. Aku biasa aja. Suer. Bukan aku mengada - ada untuk mebuat diriku biasa aja. Tapi emang perasaanku biasa aja. Emang udah sejak 2 minggu lalu aku dibilangi Mama kalau mereka bakalan cerai. Dan reaksiku pada saat itu juga biasa aja. Kenapa ya?? Ya.. Aku udah siap memang. Maybe, this is the best way for my parent. Mending mereka hidup sendiri - sendiri jika memang itu bisa bikin pribadi dari mereka lebih baik dan damai. daripada harus masih barengan tapi gontok"an melulu. Kan lebih baik begini. tanggal 9 Februari sidangnya. Dan aku emmutuskan buat ikut Mama. Sama Brian juga. Sebentar lagi bakal pindah rumah, suasana baru, feel baru. Tapi bukan berarti harus stuck disini. Ini hanya sebuah proses kehidupan yang membuat aku supaya bisa menjadi lebih dewasa. Yang berakhir kan kehidupan mereka berdua. Tapi nggak buat kehidupanku. Kehidupanku tetep berjalan kayak biasanya. Mungkin hanya berubah pada pola kehidupan dari yang biasanya tinggal sama Papa Mama, punya orang tua lengkap dan sebentar lagi udah nggak lengkap lagi. Tapi walaupun cerai, mereka masih tetap Papa Mamaku.Hidup terus berjalan. Life must go on. And I can do it. Beberapa tahun lagi aku mandiri. AKu punya kehidupan sendiri. So, yang seperti akupun nggak cuman aku. Tapi banyaaakk remaja yang mungkin juga ngalamin kayak aku. Bahkan bisa lebih parah. untung kejadian ini nggak berdampak negatif sama aku. Aku tetap menjadi aku yang selamanya akan seperti ini. Nggak seperti anak lain yang mungkin akan depresi, stress dan ujung"nya pelampiasannya sama hal nggak bener. Alhamdulillah, aku nggak menjadi seperti itu. Dan semoga untuk selamanya. Tetap semangat jalani hidupkuuu. Yihaaaaaa..!!! :D :D

Komentar

Postingan Populer